Laman

Friday, March 4, 2011

Berbagi : Lumpuh Saraf Wajah Sebelah Sisi - Bell's Palsy


Penyakit Lumpuh Saraf Wajah Sebelah Sisi - Bell's Palsy

Selasa Tanggal 22 Februari 2011
Hari itu pas aku bangun pagi lidah aku terasa pahit banget,tidak seperti biasanya,setelah itu aku langsung kekamar mandi tapi di saat aku mandi dan setiap  berkumur2 air keluar dari sisi kiri bibir aku,dari situ aku ngerasa ada yg aneh dengan mulut dan lidah aku,kemudia aku coba ngaca rupanya ternyata bibirku udah mencong,aku berfikir karena di gigit semut atau binatang sejenisnya,karna cuma bibir aja yang mencong sedangkan mulut dan mata masih stabil.
Kemudian malam rabu aku merasa tidak semangat lidah aku masih terasa pahit, tapi  tiba2 waktu aku nonton di warung teman mata sebelah kiri  aku jadi terasa perih, makin lama makin terasa perihnya dan air mata pun mulai keluar,malam itu aku sudah enggak kuat untuk melihat/menatap, kemudian jam 22:00  aku putuskan untuk pulang dan istirahat,pas sampe di rumah aku langsung tidur.....

Kemudian pagi hari pas bangun tidur mata aku terasa berat banget, aku cuci muka kemudian aku coba ngaca, Haaaaaaaaah….. aku terkejut banget waktu aku liat mulut aku udah miring dan mata ku sebelah kiri udah engak bisa berkedip, anehnya lagi alis pun ikutan tak mau naik sebelah, aku jadi bingung mata dan mulut ku udah gk simetris,kemudian aku bilang sama orang tua aku, mereka pun terkejut melihat aku,kamu knapa............???? karena kalau aku bicara makin berat nampak  mulut ku mencong, aku jadi enggak tau harus berbuat apa,aku fikir kalau aku kena penyakit stroke,setelah itu aku langsung ke bidan desa aku tensi darah, ternyata darah aku normal, bidan tersebut bilang kalau aku harus ke dokter saraf,untuk memeriksa lebih lanjut, tetapi hari itu aku tak langsung pergi ke dokter saraf aku cuma di obatin sama tabit, muka aku di urut pakek minyak kelapa dan kemudian malamnya aku tarok sari daun sirih,lumayan sih ada sedikit perubahan,

Setelah beberapa hari aku masih seperti itu walau ada sedikit perubahan, aku berfikir sepertinya aku harus cek ke dokter saraf, kemudian hari senin aku langsung menemui dokter saraf di tempat prakteknya, aku cerita semua keluhan ku sama dokter tersebut, setelah di cek dokter bilang kalau saraf wajah sebelah kiri aku lemah dan tidak berfungsi, kemudian  aku tanya sama dokter apa penyebab timbul penyakit ini..? dokter bilang karena pengaruh angin, dan terlalu sering kena angin malam, ataupun sering tidur di lantai da menempelkan pipi kelantai di saat tidur,  kemudian aku di obati dengan cara di akupuntur dan di kasih obat lainya, tapi dokter menyarankan aku supaya fisioterapi karena dengan fisioterapi sangat membantu untuk penyembuhan penyakit ini,setelah aku di akupuntur pipi ku udah merasa enak akan tetapi tidak cukup dengan ini aku harus fisioterapi lagi.

semoga aku cepat sembuh ya.... !!


Apa Itu Bell's Palsy..??
Bell palsy atau yang biasa orang Indonesia bilang belpasi adalah keadaan dimana pasien seperti terserang stroke ringan, meskipun tak sama persis. Misalnya, pasien tidak bisa menggerakkan area bibir baik sebelah kiri maupun sebelah kanan. Mata akan susah untuk menutup/mengedip. Biasanya hanya menyerang muka 1 bagian saja, baik kiri maupun kanan.

Pada pasien belpasi, yang terserang hanya syaraf tepi, sedangkan pasien stroke yg terserang adalah syaraf pusat. Karena itu, pasien belpasi tidak akan mengalamai gangguan pada ingatan, lain halnya dengan pasien yg mengalami stroke.

Terjadi disfungsi syaraf VII (syaraf fascialis). Berbeda dengan stroke, kelumpuhan pada sisi wajah ditandai dengan kesulitan menggerakkan sebagian otot wajah, seperti mata tidak bisa menutup, tidak bisa meniup, dsb. Beberapa ahli menyatakan penyebab Bell's Palsy berupa virus herpes yang membuat syaraf menjadi bengkak akibat infeksi. Metode pengobatan berupa obat2an jenis steroid dapat mengurangi pembengkakan.

Bell's palsy memang sangat erat kaitannya dengan cuaca dingin. Untuk itu, sebaiknya menghindari terpaan angin secara langsung pada bagian tubuh. ''Orang yang duduk dekat jendela kendaraan, kereta api, tiduran di atas lantai dengan menempelkan sebelah pipi di lantai berpotensi mengalami bell's palsy,'' ujar dokter ahli syaraf RS Gatot Subroto, Dr Hardhi Pranata SpS MARS, kepada Republika, di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, orang yang berada di dalam ruangan pun belum tentu terhindar dari potensi penyakit ini. Bell's palsy juga bisa menyerang orang yang bekerja di ruangan ber AC secara langsung. Maksudnya, jika AC tersebut memberikan hawa dingin secara merata tidak perlu dikhawatirkan. Namun, jika angin yang ditimbulkan AC hanya terpusat pada satu tempat, itu bisa menimbulkan penyakit tersebut.

Penyebab bell's palsy, kata Hardhi, yakni angin yang masuk ke dalam tengkorak atau foramen stilo mastoideum. Angin dingin ini membuat syaraf di sekitar wajah sembab lalu membesar. Pembengkakan syaraf nomor tujuh atau nervous fascialis ini mengakibatkan pasokan darah ke syaraf tersebut terhenti. Hal itu menyebabkan kematian sel sehingga fungsi menghantar impuls atau rangsangnya terganggu. Akibatnya, perintah otak untuk menggerakkan otot-otot wajah tidak dapat diteruskan. ''Syaraf nomor tujuh ini terjepit hingga akhirnya kelumpuhan terjadi.''

Bell's palsy diambil dari nama Sir Charles Bell, dokter dari abad 19 yang pertama menggambarkan kondisi ini dan menghubungkan dengan kelainan pada syaraf wajah. Meski namanya unik, penyakit ini akan mengganggu secara estetika ataupun fungsi pada wajah. Artinya muka yang terlihat cantik dan bagus di depan kaca itu tidak terjadi dengan sendirinya. Karena, bila salah satu saja syarafnya minta istirahat, maka proporsi wajah menjadi tidak seimbang. Jika tidak ditangani maka akan terjadi kecacatan dengan muka mupeng atau penyok.

Pasien bell's palsy yang sudah parah akan mengalami perubahan bentuk wajah menjadi penyok, bicara tidak jelas, fungsi lidah terganggu terutama saat mengucapkan huruf konsonan, dan lain-lain. Kondisi seperti ini tentunya tidak diinginkan oleh pasien.

Tanda-tanda bell's palsy adalah terjadi asimetri pada wajah , rasa baal/kebas di wajah, air mata tidak dapat dikontrol dan sudut mata turun. Selain itu, tanda lainnya adalah kehilangan refleks konjungtiva sehingga tidak dapat menutup mata, rasa sakit pada telinga terutama di bawah telinga, tidak tahan suara keras pada sisi yang terkena, sudut mulut turun, sulit untuk berbicara, air menetes saat minum atau setelah membersihkan gigi, dan kehilangan rasa di bagian depan lidah.

Kasus ini, kata Hardhi, banyak terjadi pada musim dingin. Biasanya yang mengalami adalah lelaki dan tergolong usia dewasa. ''Mungkin lelaki banyak beraktivitas di luar seperti bekerja,'' cetus dia.

Hardhi menjelaskan, orang yang terkena penyakit ini harus segera dibawa ke dokter. Biasanya pasien akan mengikuti program fisioterapi selama satu bulan ditambah pemberian sejumlah obat dan vitamin. Jika penyakit ini dibiarkan, maka akan semakin parah terutama pada bagian mata karena akan terjadi iritasi pada mata dan otomatis penglihatanpun terganggu. Penyakit ini tidak akan memicu penyakit lainnya. Namun, jika penderita kelumpuhan wajah mengalami kelumpuhan di daerah lain seperti tangan atau kaki, maka itu disebut stroke.

Semakin panasnya bumi maka penggunaan AC terus bertambah. Selain itu, pertumbuhan kendaraan terus berlangsung. Dari data Gaikindo, volume kendaraan baru di DKI Jakarta setiap harinya mencapai 800-1.200 unit. Itu berarti jika masyarakat kurang menjaga kesehatan dan keamanan, orang yang berpotensi mengalami bell's palsy semakin banyak. ''Walau penyakit ini bisa disembuhkan, tapi sebaiknya melakukan pencegahan sebelum terjadi,'' katanya menjelaskan.

Maka, ungkapnya, bagi pengendara motor sebaiknya menggunakan helm full face, dengan kaca yang dibiarkan tertutup. Sedangkan pengguna kendaraan umum, sebaiknya menghindari kontak langsung dengan angin. Begitu pun, untuk orang yang bekerja di ruangan ber AC.


Cara pengobatannya bagaimana?

Sekitar 80-85% kasus, dapat sembuh spontan dalam 3 bulan. Akan tetapi beberapa penelitian mengatakan obat antivirus dan antiinflamasi efektif mempercepat proses penyembuhan apalagi jika pemberiannya sedini mungkin. Sedangkan nyeri dapat diatasi dengan analgetik seperti parasetamol dan ibuprofen, untuk pertumbuhan serabut saraf yang rusak dapat digunakan terapi vitamin dengan menggunakan vitamin B6 dan B12. Evaluasi terhadap derajat kerusakan saraf dapat dilakukan setelah melewati fase akut dengan menggunakan pemeriksaan elektromiografi (EMG) pada minggu kedua dengan memeriksa refleks kedip (blink reflex). Dengan demikian pemeriksaan ini dapat digunakan untuk memprediksi prognosis penyakit.

Botolinum toxin type A atau yang lebih dikenal dengan botox merupakan alternatif terapi yang dapat digunakan dan berfungsi untuk relaksasi otot-otot wajah. Alternatif terapi lainnya berupa akupuntur, stimulasi galvanik dan biofeedback.

Selain terapi utama, hal penting yang menjadi perhatian dalam tatalaksana penyakit ini adalah mata. Kelopak mata yang tidak dapat menutup sempurna akan dapat menimbulkan masalah baru, iritasi serta infeksi mata akan rentan terjadi jika tidak dilakukan perhatian khusus pada masalah ini. Hal yang dapat dilakukan berupa pemberian air mata buatan, mengedipkan mata secara manual, penggunaan pemberat kelopak mata hingga tindakan operatif.

Latihan wajah

Komponen lain yang tidak kalah pentingnya dalam optimalisasi terapi adalah latihan wajah. Latihan ini dilakukan minimal 2-3 kali sehari, akan tetapi kualitas latihan lebih utama daripada kuantitasnya. Sehingga latihan wajah ini harus dilakukan sebaik mungkin. Pada fase akut dapat dimulai dengan kompres hangat dan pemijatan pada wajah, hal ini berguna mengingkatkan aliran darah pada otot-otot wajah. Kemudian latihan dilanjutkan dengan gerakan-gerakan wajah tertentu yang dapat merangsang otak untuk tetap memberi sinyal untuk menggerakan otot-otot wajah. Sebaiknya latihan ini dilakukan di depan cermin. Gerakan yang dapat dilakukan berupa:

* Tersenyum
* Mencucurkan mulut, kemudian bersiul
* Mengatupkan bibir
* Mengerutkan hidung
* Mengerutkan dahi
* Gunakan telunjuk dan ibu jari untuk menarik sudut mulut secara manual
* Mengangkat alis secara manual dengan keempat jari
  Menutup mata


Kesimpulannya, bahwa Belpasi, sampai saat ini belum bisa dipastikan apa penyebabnya.
Beberapa sumber menyatakan:
1. Viruz influenza bisa menyebabkan belpasi
2. Terpaan angin pada bagian muka/terlalu sering terkena angin
3. Stress, tegang, serta kecapean juga bisa menjadi penyebab dari belpasi.

4. Sering tidur di lantai dan menempelkan salah satu bagian pipi kelantai juga bisa menyebabkan belpasi.


  • Pesan : Bagi anda yang merasa waktu bangun pagi ujung lidah pahit dan mata sebelah sisi tidak bisa berkedip, bearti itu awal dari gejala Bell's Palsy, jangan di biarkan periksa diri anda langsung ke Dokter Ahli Saraf.

Follow Me